My Campuss Logo

0 komentar Senin, 15 Desember 2008

Ini dia halaman kampusku.

Gini gini juga tempat belajar yang lumayan menyenangkan, setidaknya menurutku.

Jadi agak narsis deh.




read more “My Campuss Logo”

Si Unyil Ultah

0 komentar Jumat, 12 Desember 2008
Today hari ultah di Unyil. Dah siap-siap dari kemarin, mulai kakek sampai para bibi yang siap-siap jam 11 siang Sabtu ini mau bikin acara. Ku apalagi wife pada sibuk juga, maklum dah ngerasa jadi om and tante benerannya ini unyil.


Pagi dah pada pake baju pestanya, bahkan kemarin sore pas Mak-nya datang aja langsung dipakai, dan langsung pamer ke rumahku. Hmmm, ini anak emang istimewa di hati. Selalu aja kebayang ntar gimana kalau pisahan dengannya, sedih kali ye. But, it’s sebuah keniscayaan kok.
Dah hukum alamnya begitu, seperti yang biasa kuceramahkan ke wife, jangan harap dia bakalan ingat ama kita, pasti dua tahun dari sekarang aja bakal lupa. So, lima tahun lagi if kita ketemu ama dia, jangan sok bilang-bilang kalau dulu pernah berjasa ama dia. Emang jasa apaan? Kan mutualisme, toh lebih banyak untung di kita kok, jadi nggak sepi ini rumah.
Met ultah, “anakku”. Semoga Allah kasih kamu kemudahan hidup kelak agar jadi manusia bener. Amin.

Ya kalau jadi pemimpin ya jadi pemimpin ya yang bener bin serius, jangan kayak pemimpin2 kita yang pada brengsek now, kagak pernah serius pula. Kalaupun serius juga yakin gak bakal bener, apalagi ini double parahnya.









read more “Si Unyil Ultah”

Pink Dress for Caca's Birthday

0 komentar

Di hari ultah si kecil Caca, my wife udah jauh-jauh hari menyiapkan baju buatnya. Ya harganya sih gak seberapa, tapi setidaknya niat kami untuk menyenangkan si unyil satu ini kesampaian juga.

Liyat aja betapa cantiknya dia dengan baju pink itu. Beli di Mangga Dua tuh, ama Tante Iis.

Met ultah ya Nyil. Gede pasti kamu cantik. Mudah-mudahan pada saat itu kita masih bisa bersilaturahmi. Amin.








read more “Pink Dress for Caca's Birthday”

Bisnis vs Nurani

0 komentar Kamis, 11 Desember 2008
Kemarin saya kedatangan teman. Awalnya sih agak surprise juga, ini teman kok baek banget mau “jauh-jauh” ke rumah saya. Hm, ternyata dia menawarkan produk MLM nya. Wah! Kalau sudah begini, saya nggak bisa banyak komen deh. Saya beli saja satu produknya. Hitung-hitung amal pada teman dan sesekali mengingatkan saya kepada kesehatan, yang kata artikel (yang dulu pernah saya baca) perlu dimasukkan sebagai “investasi”. emangnya bisa dipanen pada saat tua nanti ? He..he..nggak gitulah, maksudnya kita harus menjaga kesehatan seperti kita memperlakukan suatu aset investasi. Begitulah kurang lebihnya (banyak kurangnya kali ye).

Saya sungguh salut dengan teman satu ini, yang memang sudah lama nggak jumpa. Tadinya saya berniat mau bernostalgia sedikit, tapi ternyata jadi “dikacaukan” dengan urusan bisnis. Semangat bisnis yang menyala-nyala tampak jelas dari mata dan segala pidatonya. Wah, saya jadi sedih juga kok kini duit jadi tujuan utama ya? Walaupun saya yakin teman satu ini tidak begitu-begitu amat. Teringat waktu di Makassar dulu sempat pula bertemu teman yang mirip dengan yang ini. Tadinya senang bisa bertemu dia, eh…dua minggu setelah itu saya jadi selalu saja menghindar bila bertemu dengannya. Apa sebab? Bisa ditebak, tiap kali ketemu, omongannya selalu soal ajakan berbisnis, minimal membeli produk yang dibawanya.

Sesekali diberikannya petuah tentang perlunya komunikasi. Jika ada oranng tidak dikenal dalam jarak 2 meter dari kita, wajib dalam 20 detik kita harus sudah mengenalnya, bahkan mendapat nomor HP nya. Hebat nian.

Saya tahu lah, paham lah, ada positifnya menjadi orang seperti ini. Kaya di akhirnya, ya…kemungkinan itu lebih besar dibandingkan saya yang cenderung “setia pada perusahaan”, begini begini saja. Tapi ya kok saya merasa agak berlebihan jadinya. Mereka tanpa sadar telah memainkan perasaan saya mengaduk-aduk perasaan saya, sehingga saya terjepit dan nggak bisa menolak ajakan untuk membeli produk mereka. Kalau waktu itu saya terus tunggu terus tanpa ada komentar mau beli, pasti mereka nggak pulang-pulang deh.

Inilah pengaruh ekonomi kapital, perhitungan ekonomi mengalahkan segalanya. Kehalusan budi pekerti pun mengalah di nomor tiga belas. Saya tidak mengatakan mereka kejam atau tak tahu diri, sama sekali tidak begitu. Saya hanya tidak setuju caranya. Semoga saja mereka memperoleh rejeki yang bersumber dari keikhlasan, bukan semata “based on” belas kasihan atau tidak enak hati yang dirasakan teman atau partner mereka.

Saya tahu lah, bahwa nanti mereka kemungkinan besar lebih kaya dari saya. Biar saja begitu. Emangnya kenapa kalau saya tidak kaya? Saya tidak akan mengubah hati saya menjadi sekeras hati mereka. Saya nggak munafik lah, mau juga jadi kaya. Tapi saya kok tetap saja tidak terima metode yang mereka pakai. Itu saja. Semoga Allah memberi petunjukNya pada kita semua, jika saya salah mohon saya diberi petunjuk. Amin.
read more “Bisnis vs Nurani”

Duet Liliput berkacamata

0 komentar Rabu, 10 Desember 2008

Today Caca dan Adel menemani sore saya yang terasa agak gak asyik karena habis UTS Regulasi. Wah, kok otak terasa penat sekali. Tambah habis dah nih rambut.


Kedatangan para liliput dua ini lumayan membuat otak rada cerah lagi. Ini foto mereka yang minta loh. Guaayyyyaaaa buwangngeet sih lu berdua !

read more “Duet Liliput berkacamata”

Idul Adha di Bojongsoang

0 komentar Senin, 08 Desember 2008
Hari raya Idul Adha. Saya dan wife sengaja sholat di Bojong saja, setelah sebelumnya Dad terheran-heran bertanya ada apa gerangan nggak sholat di Cimahi. Saya bilang gak ada apa-apa, cuma banyak PR saja (alasan nggak nyambung nih). Si Dian malah ikut ke Bojong setelah setuju pulang Senin sorenya, jadi dia sholat Idul Adha nya juga di Bojong.


Suasana makin oke karena kami juga kedatangan Iis, salah satu sohib kami, langsung dari Subang, setelah malamnya saya jemput di perempatan Buah Batu. Rupanya dia dari Terminal Sadang (Purwakarta), naik mobil menuju terminal LeuwiPanjang (cuma sejam saja tuh).


Siang harinya kami menuju Cimohay, setelah ditelpon Mom untuk sama-sama menggasak sayur ayam Mom. Wah, as usual, masakan Mom memang tiada duanya. Thanks Mom ! Tapi siapa pewaris ilmu Mom ya? My sister nggak, my wife juga gak. Aduh sayang banget.
Sore saya and wife pamitan pulang, sekalian mengantarkan Iis ke terminal. So long Is, kapan-kapan maen lagi (bawa nanas madu lah!)
Hmm, dua hari yang penuh keramaian di rumah Bojong, ketambahan Iis dan Dian plus para unyil. Itu unyil lucu banget pake baju muslimah kuning. Cute !







read more “Idul Adha di Bojongsoang”

Sakit Kista Ateroma

0 komentar Sabtu, 06 Desember 2008

Hari ini salah satu hari “bersejarahku”. Ada gumpalan daging kecil di belakang telinga kiriku. Tadinya aku sering garuk dan pencet-pencet, karena kupikir jerawat biasa, dan memang sering keluar juga “isi”nya (yang membuatku lega).

(Gambar sebelum operasi dilakukan)

Ini sudah berlangsung hampir 4 bulan, dan anehnya baru dalam tiga hari saja langsung muncul gumpalan daging itu. Wah, aku jadi panik. Takut tumor lah.

Akhirnya kuperikasakan saja ke dokter poliklinik Kebonwaru. Diberi salep dan antibiotik.

Setelah tiag hari gak sembuh juga, aku balik lagi ke sana. And muncullah surat pengantar ke dokter bedah itu, ke Borromeus.

(Gambar sesaat setelah operasi dilakukan)

Hari ini telingaku dibedah by dokter Simon, dokter muda nan gaul tapi keliyatan banget pinternya. Maklum spesialis, yang katany mengoperasi sampai 40 pasien dalam sehari. Wah, kebayang duitnya tuh.

Suntik di telingaku, dua kali, terasa sakit juga, sampai terdengar bunyi lenguhanku. Tunggu punya tunggu akhirnya bedah dilakukan.

Setelah itu aku dapat resep, antara lain :

CEFSPAN 200MG TAB @10 (10 buah) – ini adalah antibiotik

KETESSE 25MG TAB @50 (10 buah) – ini adalah pereda rasa sakit
Btw, sekalian aku catat Rumkit Borromeus, jl. Juanda 100, telp 250-4041 (hunting).


(Gambar. hari keempat pasca operasi, my wife yang akhirnya kebagian sibuk ganti perban everyday)


read more “Sakit Kista Ateroma”