
Suasana makin oke karena kami juga kedatangan Iis, salah satu sohib kami, langsung dari Subang, setelah malamnya saya jemput di perempatan Buah Batu. Rupanya dia dari Terminal Sadang (Purwakarta), naik mobil menuju terminal LeuwiPanjang (cuma sejam saja tuh).

Siang harinya kami menuju Cimohay, setelah ditelpon Mom untuk sama-sama menggasak sayur ayam Mom. Wah, as usual, masakan Mom memang tiada duanya. Thanks Mom ! Tapi siapa pewaris ilmu Mom ya? My sister nggak, my wife juga gak. Aduh sayang banget.
Sore saya and wife pamitan pulang, sekalian mengantarkan Iis ke terminal. So long Is, kapan-kapan maen lagi (bawa nanas madu lah!)
Hmm, dua hari yang penuh keramaian di rumah Bojong, ketambahan Iis dan Dian plus para unyil. Itu unyil lucu banget pake baju muslimah kuning. Cute !





0 komentar:
Posting Komentar