Jalan-jalan ke Lembang dengan Mama Jkt

0 komentar Senin, 23 Maret 2009

Setelah capek ngurusin adinda tersayang dalam proyek pernikahannya, aku sempatkan mengajak mertua jalan-jalan ke Lembang dan Tangkuban Perahu. Hitung-hitung bantu Mam dan Pa melepas stress mikirin rumah di Jakarta yang kini semakin rawan banjir dan polusi suara bajaj.

Ses Evi and Dewi ikut juga. Ternyata dari cerita mereka, mereka pernah ke Tangkuban Perahu puluhan tahun silam, waktu si Lendi masih SD.

Di Lembang, kami sempat makan rumah makan Brebes, tidak jauh dari pasar buah. Tempat ini dulu sering aku dan wife kunjungi, karena ayam bakarnya yang lezat. Tempatnya sih nggak keren-keren amat, biasa saja, tapi luas dan suasananya enak.

Pulang dari Tangkuban, yang cukup membosankan karena begitu-begitu saja, aku sempatkan mencari tahu Lembang. Setelah sempat nyasar, akhirnya dapat juga lokasi penjualannya, tapi merk-nya bukan tahu lembang, namanya tahu tauhid, yang katanya lebih enak daripada tahu Lembang. Lumayan, bisa jadi tempat wisata baru, mungkin nanti aku akan ajak keluarga Cimahi ke sini, sekalian mengunjungi keluarga baru kami di sini yaitu pakde Entis.

Pulang dari Lembang, kami smepatkan mengunjungi pesantren Aa Gym, sekalian sholat. Suasana di kampus Aa Gym masih ramai seperti dulu, walau sering diberitakan sepi gara-gara kasus menikah lagi. Saat tulisan ini dibuat, terdengar kabar tidak sedap lagi, gosipnya ada pelecehan seksual di sana. Aduh, semoga Aa Gym dan para santri bisa tahan pada cobaan ini. Amin.

clip_image002

clip_image004

clip_image006

clip_image008

clip_image010

clip_image012

clip_image014

clip_image016

clip_image018

clip_image020

clip_image022

read more “Jalan-jalan ke Lembang dengan Mama Jkt”

Pernikahan Agung si Nani

0 komentar

Akhirnya, 8 Maret 2009, adindaku sayang menikah di gedung Arhanud Cimahi, dengan mas Ari, pujaan hatinya, pendekar dari PWKT.

Keluarga besar dan tetangga sibuk luar biasa menjelang dan pada hari-H. Dari mulai pak Ngadiran yang berperan sebagai saksi, keluarga Mom Jakarta yang jadi seksi sibuk di barisan depan penerima tamu sampai pengecekan katering, Kendi yang jadi penjaga gentong angpaw, Dian dan kedua temannya yang jadi pagar ayu, wife yang jadi assistenku sampai ke bunda Resdik yang aku minta mendampingi si Nani.

Pak Atep, MC acara, lumayan membantu dalam membuat acar resepsi ini “berisi”, dengan menerapkan protokol acara yang sepintas kelihatan ribet tapi lumayan buat dokumentasi, misalnya dalam hal penyambutan keluarga pihak mempelai pria saat baru datang. Ini benar-benar berada di luar skenario awal.

Band penyanyi juga di luar dugaanku, bermain cukup apik, dengan para penyanyi yang tampil lumayan bagus, terutama penampilan vokalis ceweknya yang bikin acara semakin semarak. Thanks to them all.

Aku sendiri jadi seksi serba sibuk, menjadi koordinator acara, lari ke sana ke sini, sebagai penghubung pak Atep, ortu, pihak besan, Mama Nastiti (provider tarian Merak dalam kirab), Penghulu, pak Uud, Aa Dede (photographer) termasuk para panitia.

Alhamdulillah, acar berlangsung lumayan sukses. Ini semua tentu atas dukungan dan jerih payah rekan, tetangga, dan keluarga. Tentu juga ada keyakinan mendalam bahwa ini semua sudah digariskan oleh Allah, karena memang terasa ada saja titik pada acara yang membuat kami semua tegang, seperti saat menunggu penghulu yang belum juga datang walaupun pak Atep sudah memanggil para pejabat acara akad. Alhamdulillah, Allah melancarkan perjalanan sang penghulu.

Adikku, selamat menempuh hidup baru. Kini engkau sudah memasuki tahap baru, tahap terpenting dalam hidupmu. Kini kamu sudah menjadi “milik” suamimu. Dan semoga ini membuat kondisi keluarga kita semakin membaik, dan semakin dekat dengan Allah.

Ya Allah, Tuhan pencipta alam, berilah rejeki, rahmat, ampunanmu buat adikku dan keluargaku. Amin

clip_image002

clip_image004

clip_image006

clip_image008

clip_image010

clip_image012

clip_image014

clip_image016

clip_image018

clip_image020

clip_image022

clip_image024

clip_image026

clip_image028

clip_image030

clip_image032

read more “Pernikahan Agung si Nani”

Peletakan batu pertama Campernik

0 komentar Minggu, 01 Maret 2009

Pagi ini, walaupun agak malas, aku hadiri acara peletakan batu pertama untuk perumahan Campernik. Tadinya malas juga mau datang, tapi untung ada mas Wahyu, tetangga sebelah, yang sudah nampak duduk di barisan belakang deretan kursi yang tersedia.

Ngobrol ngalor ngidul, mas Wahyu punya wawasan yang lumayan juga, di luar dugaan ku semula. Katanya kenal akrab dengan beberapa teman kampusku dulu.

Ada beberapa sambutan dari pak Setiawan (mantan orang Telkom, tetangga pak Juwari), ketua RW yang baru kali ini aku melihatnya, dan tausiah dari Ustadz Dadang. Beliau adalah salah satu ustadz idolaku, menjadi imam besar masjid GBA.

Sempat juga aku ikut meletakkan batu sekaligus semennya, didahapan calon-calon penghuni rumah tersebut. Acara diakhiri dengan makan bersama, nasi kuning plus ayam goreng. Nikmatnya…

read more “Peletakan batu pertama Campernik”

Pengajian menjelang pernikahan

0 komentar

Sabtu, 28 Feb 2009, kami sekeluarga mengadakan pengajian untuk persiapan pernikahan Mayek, yang rencananya akan diadakan seminggu lagi. Dari Jumat sorenya aku dan wife sudah datang ke rumah dan bantu Mam siapkan semuanya. Ternyata sore itu rumah sudah siap dengan dua karpet coklat berukuran besar. Rupanya Bapak sudah menyiapkannya dari tadi siang, dibantu dengan pak Agus Slamet katanya.

Aku kebagian menyiapkan sound system , Alhamdulillah mic wireless yang kupinjam dari Mama Jakarta bisa bekerja dengan baik. Malam itu aku juga sempat ke Borma Gunung Batu bersama Dian, mengantarkan Mam beli buah-buahan, melengkapi hidangan pengajian. Rupanya Mam memilih jeruk. Aku sempat sholat maghrib di sana, di mushola yang nampak masih baru. Info lain, tukang jual pisang goreng sisir langganan Mam ternyata sudah pidah tempat, agak menjauh, hampir dekat dengan pintu keluar parkir Borma.

P8200035 P8190003 P8190009 P8200011 P8200012 P8200022 P8200033

Jadilah akhirnya esok harinya pengajian itu. Aku sudah siap dengan kamera digital plus handycam yang sudah kuiisi dengan mini DV baru merk JVC. Syukurlah handycam itu masih dapat bekerja dengan baik, padahal aku tadinya sudah pasrah ini perangkat sepertinya sudah rusak, karena beberapa tahun lalu terakhir aku coba susah memasukkan kasetnya. Ya, mungkin ini salah satu “keajaiban” yang diberi Allah untuk pernikahan Mayek.

Bunda Resdik, Tante Jon (bersama Mbak Janahnya), Bu Warif, Bu Is, adalah beberapa tetanggan Mam yang sangat menolong lancarnya pengajian pagi itu. Semoga Allah merahmati mereka semua. Amin.

Sorenya, sesuai dengan kesepakatan beberapa hari sebelumnya, aku, Mayek, wife, dan Ari pergi ke lokasi dimana gedung resepsi berada. Kami berdiskusi dengan kapten Ragil dan timnya tentang band, dari mulai baju penyanyinya yang kami minta disesuaikan dengan baju penganten, sampai ke masalah utama tentang musik untuk kirab. Untuk hal terakhir mereka memberi alternatif akan menyiapkan tiga lagu, tinggal dipilih mana yang cocok dengan pengantin. Soal puisi mungkin itu nanti bisa disesuaikan dengan MC. Pemilihan lagu tersebut akan diadakan tepat usainya akad nantinya, karena masih ada waktu sekitar dua jam sebelum resepsi.

Wah, lumayan capek juga, walaupun nggak berat-berat juga sih. Satu pelajaran besar yang bisa kuambil adalah cerita Mam bahwa acara pengajian itu sukses karena peran besar para tetangga yang baik hati menolong kami. Mam memang punya ketrampilan besar untuk soal kenal mengenal dengan tetangga sekitar. Sayangnya itu tidak menurun ke aku.

read more “Pengajian menjelang pernikahan”

Colorfull Week

0 komentar Jumat, 13 Februari 2009

Minggu ini adalah minggu yang colourfull. Aneka masalah dengan aneka solusi yang diberikan Allah pada hambanya yang masih saja kurang bersungguh-sungguh mendarmabaktikan hatinya untuk surga.

Tesis sudah mulai memanas di kepala, terlebih dengan adanya tantangan dari seorang dosen dan beberapa teman untuk membuktikan ada linkage antara judul tesis dengan jurusan manajemen telekomunikasi. Emosi sempat didinginkan oleh kedua pembimbing tesis. Keapa harus membatalkan rencana hanya karena ada segelintir orang yang tidak mengerti tentang topik. Padahal simpel saja, jika memahami assurance, maka pastilah cahaya pemahaman itu akan datang lebih terang.

Facebook dalam hari-hari belakangan ini sempat meninabobokan akan kenangan masa lalu, bersama teman-teman SMA. Ada Roy, Yunita, Ratih, Amboro, dll. Juga ada Riene, Komang, dan beberpa teman lain yang sempat kontak dalam masa kuliah dan kerja.

Mayek tampak semakin sibuk saja dengan persiapan resepsinya. Dejure, aku jadi ketua umumnya. Ketua ? Ya sudah ikut saja. Yang jelas harus disiapkan segala sesatunya dengan matang, dan mencari apa yang kira-kira belum beres dan berpotensi menjadi masalah.

read more “Colorfull Week”

Onyon ke Cimahi

0 komentar Jumat, 30 Januari 2009

Dad nelpon aku untuk segera bawa wife ke Cimahi untuk keperluan foto KTP baru. Untuk mengurus kartu keluarga, wife memang harus buat KTP yang lokasinya sama dengan data lokasi yang ada di KTP-ku.

Sekalian, aku bawa saja si Onyon, Adel dan Mak Itah (Ibunya Adel nggak mau ikut tuh, as usual lah). Sampai di Cimahi Mom and Dad menyambut kami, dan lumayan ada hiburan segar dari Onyon cs. Maen ayunan, boneka dan maenan2 kecilnya si Dian dulu. They look happy.

read more “Onyon ke Cimahi”

Berpusing-pusing by Matic

0 komentar

Dengan meminjam matic-nya the Yanti, hari ini ku and wife jalan-jalan cari sarapan. Sekalian aku tengok D’Amerta, Pradha Ciganitri dan mampir ke warung nasi kuning belakang pasar Gordon. Sayangnya udah keburu abis, so kami sarapan di kupat tahu Uka-uka-nya pak Beni saja di Batununggal Regency.

Tentang D’Amerta, udah ada beberapa rumah tipe 60 yang hampir jadi. Kami lumayan excite dengan bentuknya, cantik juga. Tapi bentuk atasnya itu loh yang mungkin kurang sreg di hati. Entahlah, mungkin terpengaruh pembelaan terhadap rumah sendiri di Capernik 2A. he..he..

Sore ini ada plan teman kami di Makassar dulu yaitu Mas Didik sekeluarga, yang baru saja sekitar sebulan mutasi ke Bandung, datang main. Sudah hampir setahun ini kami tidak jumpa dengan Nauval dan Jihan, anak-anak mereka yang lucu-lucu itu.

Well, dari semalam hati ini sedang plonk, mungkin karena sudah tidak lagi kepikiran dengan DP bakal rumah baru kami. Untung saja Pak Yuyun mau nolong kami, yaitu dengan menurunkan DP yang harus kami bayar. Ya, semoga Allah kasih kemudahan bagi kami, karena memang niat punya rumah sudah di ubun-ubun. Umur segini ini belum juga punya rumah, kalah jauh dibanding teman-teman sepantaran yang mungkin saat ini sudah memikirkan rumah kedua, anak ketiga, mobil kedua. Hmm sempit sekali pikiranku ini. Dosa masa lalu menyia-nyiakan umur menjadi tanggungan yang memang harus aku pikul, walaupun untuk itu semua jelas aku harus berpasrah diri padaNya. Ampuni dan lindungi kami, ya Robbi. Amin.

read more “Berpusing-pusing by Matic”