Iseng-iseng Survey ke Batununggal Regency
Jumat, 19 Desember 2008Wah, kesampaian juga masuk ke Batununggal Regency, perumahan elit yang berlokasi dekat dengan pintu tol buah batu. Sebuah komplek yang pintu gerbangnya saja sudah menebarkan aroma bahwa ini pasti komplek yang tidak murah.
Dengan wife jalan-jalan ke dalam, and yes, there are many big buildings. Ini orang-orang kerjanya apa ya? Kok gampang banget mereka cari duit. Ya tahulah, maybe sebagian besar juga nggak akan ngaku kalau cari uang itu mudah. But kucoba dibandingkan dengan wong cilik di Indonesia yang menyebar dari sabang sampai merauke, pasti mereka berada dalam tingkatan yang sangat dimudahkan alam.
Begitulah, ku dan wife hanya lihat-lihat saja, maybe kalau digambarkan dalam dunia gerak film kartun pasti ada tampak air liurku memenuhi sekitar mulutku. He..he..
Sudahlah, ku segera ajak wife untuk cepat-cepat angkat kaki (injak pedal gas maksudnya) dari daerah super itu. Ku berujar rumah tipe 45 saja baru sebatas mimpi, nggak tahu kapan terealisasinya. Padahal uang sudah habis untuk keperluan lain yang lebih penting dan mendesak.
Kadang kalau mikir yang kayak gini, pusing kepalaku. Tapi aku yakin Gusti kulo mboten nate sare, Tuhanku tidak pernah tidur. Semoga Dia memberi yang terbaik padaku dalam hidupku. Dan semoga moment-moment dalam hidupku dapat aku lewati dengan baik dengan baluran hidayah dari Nya.
Amin.
Masjid Assofiah
2 komentar Rabu, 17 Desember 2008
Pagi sambil nganterin wife ke Pasar Dayeuhkolot, ku sampai belok muter via Jembatan.
Ambil gambar Assofiah. Masjjid unik, pasar di bawah, masjid di atas.
Konsep baru, semoga pasarnya jadi pasar jujur and penuh rahmat.
Dan sebaliknya, masjid dapat lebih makmur dengan ditopang dengan kegiatan ekonomi yang baik.



Kedatangan Anak-anakkku dari Makassar
0 komentarbisa kongkow ama anak-anakku si Helda, Dinda, Nisa dan ardiansyah.
alah sehari sebelumnya tiga anak cewek yang kusebut di depan udah ke rumah. Malah kita sempat pesta Pecel Lele di Bojongsoang, sebelum akhirnya aku and wife antar ke kantor.
Today malah ketemu juga ama kakak-kakak kelas mereka si Wina dan si Mul. Sekalian aja aku minta mereka kasih masukan buat adik2 kelas mereka itu.
Kami ngobrol di dekat parkiran kampus.
Well, menyenangkan sekali. Semoga mereka semua jadi orang-orang besar. Semuanya, tanpa terkecuali. Amin.
My Campuss Logo
0 komentar Senin, 15 Desember 2008
Ini dia halaman kampusku.
Gini gini juga tempat belajar yang lumayan menyenangkan, setidaknya menurutku.
Jadi agak narsis deh.
Si Unyil Ultah
0 komentar Jumat, 12 Desember 2008

Pagi dah pada pake baju pestanya, bahkan kemarin sore pas Mak-nya datang aja langsung dipakai, dan langsung pamer ke rumahku. Hmmm, ini anak emang istimewa di hati. Selalu aja kebayang ntar gimana kalau pisahan dengannya, sedih kali ye. But, it’s sebuah keniscayaan kok.
Dah hukum alamnya begitu, seperti yang biasa kuceramahkan ke wife, jangan harap dia bakalan ingat ama kita, pasti dua tahun dari sekarang aja bakal lupa. So, lima tahun lagi if kita ketemu ama dia, jangan sok bilang-bilang kalau dulu pernah berjasa ama dia. Emang jasa apaan? Kan mutualisme, toh lebih banyak untung di kita kok, jadi nggak sepi ini rumah.Met ultah, “anakku”. Semoga Allah kasih kamu kemudahan hidup kelak agar jadi manusia bener. Amin.

Ya kalau jadi pemimpin ya jadi pemimpin ya yang bener bin serius, jangan kayak pemimpin2 kita yang pada brengsek now, kagak pernah serius pula. Kalaupun serius juga yakin gak bakal bener, apalagi ini double parahnya.






Pink Dress for Caca's Birthday
0 komentar
Di hari ultah si kecil Caca, my wife udah jauh-jauh hari menyiapkan baju buatnya. Ya harganya sih gak seberapa, tapi setidaknya niat kami untuk menyenangkan si unyil satu ini kesampaian juga.
Liyat aja betapa cantiknya dia dengan baju pink itu. Beli di Mangga Dua tuh, ama Tante Iis.
Met ultah ya Nyil. Gede pasti kamu cantik. Mudah-mudahan pada saat itu kita masih bisa bersilaturahmi. Amin.
Bisnis vs Nurani
0 komentar Kamis, 11 Desember 2008Saya sungguh salut dengan teman satu ini, yang memang sudah lama nggak jumpa. Tadinya saya berniat mau bernostalgia sedikit, tapi ternyata jadi “dikacaukan” dengan urusan bisnis. Semangat bisnis yang menyala-nyala tampak jelas dari mata dan segala pidatonya. Wah, saya jadi sedih juga kok kini duit jadi tujuan utama ya? Walaupun saya yakin teman satu ini tidak begitu-begitu amat. Teringat waktu di Makassar dulu sempat pula bertemu teman yang mirip dengan yang ini. Tadinya senang bisa bertemu dia, eh…dua minggu setelah itu saya jadi selalu saja menghindar bila bertemu dengannya. Apa sebab? Bisa ditebak, tiap kali ketemu, omongannya selalu soal ajakan berbisnis, minimal membeli produk yang dibawanya.
Sesekali diberikannya petuah tentang perlunya komunikasi. Jika ada oranng tidak dikenal dalam jarak 2 meter dari kita, wajib dalam 20 detik kita harus sudah mengenalnya, bahkan mendapat nomor HP nya. Hebat nian.
Saya tahu lah, paham lah, ada positifnya menjadi orang seperti ini. Kaya di akhirnya, ya…kemungkinan itu lebih besar dibandingkan saya yang cenderung “setia pada perusahaan”, begini begini saja. Tapi ya kok saya merasa agak berlebihan jadinya. Mereka tanpa sadar telah memainkan perasaan saya mengaduk-aduk perasaan saya, sehingga saya terjepit dan nggak bisa menolak ajakan untuk membeli produk mereka. Kalau waktu itu saya terus tunggu terus tanpa ada komentar mau beli, pasti mereka nggak pulang-pulang deh.
Inilah pengaruh ekonomi kapital, perhitungan ekonomi mengalahkan segalanya. Kehalusan budi pekerti pun mengalah di nomor tiga belas. Saya tidak mengatakan mereka kejam atau tak tahu diri, sama sekali tidak begitu. Saya hanya tidak setuju caranya. Semoga saja mereka memperoleh rejeki yang bersumber dari keikhlasan, bukan semata “based on” belas kasihan atau tidak enak hati yang dirasakan teman atau partner mereka.
Saya tahu lah, bahwa nanti mereka kemungkinan besar lebih kaya dari saya. Biar saja begitu. Emangnya kenapa kalau saya tidak kaya? Saya tidak akan mengubah hati saya menjadi sekeras hati mereka. Saya nggak munafik lah, mau juga jadi kaya. Tapi saya kok tetap saja tidak terima metode yang mereka pakai. Itu saja. Semoga Allah memberi petunjukNya pada kita semua, jika saya salah mohon saya diberi petunjuk. Amin.




