Seputar Griya Bandung Asri 1

0 komentar Rabu, 05 November 2008

Iseng-iseng hari ini kusempatkan ambil foto sekitar GBA, tempat tinggal kami. My Wife yang sibuk di bangku mobil sebelah sopir ambil gambarnya. 


Sebenernya enak juga kalau punya rumah di sekitar sini ya.
















read more “Seputar Griya Bandung Asri 1”

Preman Kecil

0 komentar Senin, 03 November 2008

Ini cerita tentang Chacha lagi. Nggak abis-abis ini anak bikin polah yang always makeus smile. Untung ada dia, jadi rumah nggak sepi, nemenin my wife.

Kali ini lagaknya udah kayak preman, pakai topi dibalik, he..he.., cuma sayangnya kok foto berikutnya udah back to nature lagi, pakai dot lagi. Ketahuan aslinya tuhhh....



read more “Preman Kecil”

Nengok Pa and Dian

0 komentar Minggu, 02 November 2008

Saat Mam sedang di Solo, hari Minggu ini saya sempatkan bersama wife ke Cimohay, untuk sekedar menengok Pa dan Dian. Ada Mayek juga di sana, bersama Kendi yang lagi playing karaoke dangdut keras-keras.

Terasa banget emang ada yang kurang hari itu, ya kalau Si Mom lagi pergi memang membawa pengaruh cukup besar bagi keluarga ini, minimal dalam hal makanan yang ada di atas meja makan, yang biasanya selalu ala Mam. Tapi saya pikir ya gapapa lah, apalagi Mam tidak sedang piknik ke Banjar, tapi jelas-jelas menengok Mbah yang sedang sakit.

Pa keliahatan baik-baik saja hari ini. Itu melegakanku setelah seminggu lewat rumah ini dilanda ketegangan karena ada persoalan yang hampir saja membuat Pa sangat murka dan kehilangan kesabaran. But saya sih tidak terllalu kawatir jika Pa memang ada niat beneran mau live in Banjar. Why not? Siapa tahu Pa n Ma bisa lebih bahagia di sana, dan bisa saling menjaga dengan Mbah serta adik-adik Ma di sana. So, why not? Toh saya juga udah biasa jauh dari Mam. Si Dian maybe tinggal dikasih pilihan saja, mau ikut siapa. Mau ikut saya juga oke kok. No problemo. But, si Kendi nih, bisa nggak dia beradaptasi dengan cepat untuk situasi seperti ini. Saya pasrah saja, dan menyerahkan semuanya ke Allah.

Malamnya saya pulang by car. Takut kehujanan lagi dan malah sakit.

Hm, ini gambar dua orang "pencari kerja" yang lagi nunggu keberangkatan ke Arab. He..he..

read more “Nengok Pa and Dian”

Mom ke Banjarmasin

0 komentar

Saat tulisan ini saya ketik, hati saya lagi dag dig dug, karena Mom sedang flyng by Hercules dari Solo ke Banjarmasin untuk menengok her Dad alias Mbah Lanang-ku tercinta. Mbah sedang sakit saat ini, katanya sudah dua mingguan tidak bisa bangun (semoga Allah memberi kesabaran dan kesembuhan pada Mbah).


Kata Mom tadi pagi saat saya telpon ke rumah Lek Maryati, pesawat akan transit dulu ke Tarakan. Nah lo, kata temen S2 saya, jarak Solo-Tarakan setara dengan dua kali jarak Solo-Banjarmasin. Nah, ni sampai jam berapa nanti Mom untuk mendarat di Samsudin Noor. Tapi lebih dari semua itu, semoga Mom selamat sampai tujuan. Amin.


Semoga Mbah bisa sembuh dan panjang umur. Amin. Asa saya adalah ingin bisa tugas ke Banjarmasin (minimal ke Kalimantan lah), sehingga bisa menengok Mbah sesuka saya, apalagi jika visi Dad yang ingin membangun rumah di sana bisa kesampaian. Ah, tapi semua itu saya serahkan kepada Allah, semoga memberi yang terbaik bagi kami semua.


Kemarin saya nengok little sisters and brother di Cimahi. Terasa banget kalau nggak ada Mom semua jadi merasa missing something very important. Terutama untuk urusan makan. Sempat kejadian malam mau cari sate pesanan Dad, susahnya nyari, padahal sudah jalan jauh sampai-sampai jalan kaki ditengah guyuran hujan menuju perempatan Pesantren, just for looking for barang yang namanya sate madura. Berhasil? Nggak. Pulang malah bawa mpek-mpek, yang dibeli my wife.


Akhirnya makan telor plus Indomie goreng buatan Mayek. Yah, sudahlah, yang penting semua kenyang, sehingga saya bisa pulang dengan dada tegak dan perut kenyang. Pulang ke Bojong naek mobil. Wah, ada bad news about mobil nih, tutup bamper belakang hilang satu, nggak tahu diambil orang, atau jatuh entah kemana. Dad bilang itu terjadi waktu kemarin nganter Mom.

Today jam 9 tadi saya facing exams UTS pelajaran pak Rumani. Yeah, lumayan lah, walau nggak keren juga proses pengerjaannya. Nggak puas, but apa boleh buat. Heh...

read more “Mom ke Banjarmasin”

Kedatangan Artis Kecil

0 komentar Sabtu, 01 November 2008

Pagi ini saya kedatangan artis kecil, berkacamata hitam, walaupun susah sekali menempel di mata karena hidung masih terlalu kecil untuk dijadikan “cantolan” si kacamata. He..he..Si Syasya bertamu pagi-pagi. Dah mandi segala, rapi, ama si Adel, kayaknya mau pergi tamasya.


Emaknya bilang mereka mau ke King Plasa, yang banyak mainannya katanya. Ya wis, sebelum mereka pergi, potret dulu ah…. 


Jadilah pose-pose lucu ini anak. Melihat salah satu gayanya saat pakai kacamata, jadi mengingatkan saya pada sejarah puluhan tahun silam, di KPAD Bandung, saat si kecil Dian waktu itu diteriakin Mom sebagai “si Dedi Dukun” karena salah satu potonya berkacamata hitam.












read more “Kedatangan Artis Kecil”

Belanja Ke Griya Buah Batu

0 komentar

Ini tempat favorit my wife belanja, Griya Buah Batu. Biasanya sih kalau dia belanja, saya selalu sempatkan menikmati pisang aroma yang biasa mangkal di depan Griya. Terus tidak lupa menyempatkan sholat di Masjid Ash-Syuhroh di jalan Selontongan No. 4, yang berada di sebelah toko Safira yang saat foto ini diambil baru sebulan dipermak jadi lebih mentereng lagi dengan tulisan yang lebih besar dan tampak megah dari kejauhan.

Di masjid inilah dulu saya ingat pernah sholat, waktu itu sih “belum ada apa-apanya”, masih musholla kecil yang kesannya dirawat ala kadarnya. Alhamdulillah, saat saya kesini Maret 2008, agak kaget juga melihat masjid baru berdiri, pasti itu musholla kecil yang dulu itu pikir saya.

Masjid ini agak unik juga. Kubahnya berbentuk seperti telur berwarna hijau, dengan tiga kubah kecil yang mengelilinginya (atau ada empat kali ya, di belakang mungkin ada satu lagi, saya nggak sempat melakukan cek ricek). Di dalamnya, kita bisa melihat di atas berbentuk payung. Cukup artistik juga pembuatannya. My wife sometimes juga ikutan sholat di sini. Bahkan dulu waktu romadlon sempat saya sholat tarawih di sini, tapi Cuma sekali saja. Asyiknya, jumlah rokaat di sini adalah 21. Saya nggak pernah lagi ber-tarawih sebanyak rokaat itu semenjak tahun 2003-an. Terakhir tarawih sejumlah itu di masjid dekat kost Kedep - Gunung Putri.

Di seberang Griya ini dulu biasa mangkal tempat orang jualan CD software dan games. Saya beberapa kali sempat nongkrong di sana, sambil menunggu my wife belanja. Kami lebih sering ke sini naik sepeda motor saja.

Beberapa ratus meter di seberang Griya, saya biasa main futsal dengan temen-temen kuliah, tepatnya di Bikasoga.

Wah, bulan ini sudah memasuki musim hujan. Dalam dua minggu ini saya sudah kena guyur hujan beberapa kali dalam perjalanan pulang ke Bojong. Ya, inilah yang mungkin nanti jadi kenangan kami di sekitaran Buah Batu.












read more “Belanja Ke Griya Buah Batu”

Pak Narko Pamitan

0 komentar

Baru saja saya pulang sholat Isak di masjid Persis GBA, saat saya melihat pak Narko dan istri baru pamitan dari rumah di Shasha dan teteh. Wah, saya sudah “curiga”, ini pasti ada kaitannya dengan selentingan bahwa mereka akan pindah rumah ke Jawa.


Tepat dugaan saya, pak Narko akhirnya sowan ke rumah, dan mengutarakan niat kepindahannya ke Jombang, mengikuti Mbak Yanti, anaknya yang kebetulan mendapat pekerjaan baru, diserahi amanat mengurus pabrik (atau toko?) roti milik saudaranya di sana.


Yah, Pak Narko, kami doakan Bapak dan Ibu selalu mendapat perlindungan dari Gusti Allah Sang Maha Raja Alam Raya. Baru sedikit cerita yang kita buat bersama, tetapi satu hal yang selalu saja terngiang di otak saya, senyum tulus dan lambaian tangan Bapak kalau saya lagi lewat di depan Bapak menuju kampus, biasa di pagi hari.

Pak Narko juga sempat banyak cerita tentang beberapa pengalamannya, dari mulai saat perang dulu dengan Belanda, sempat bergerilya di pantai Sukabumi (kalau nggak salah) menuggui teman-temannya datang, sampai seminggu tidak datang juga. Terus Bapak juga sempat cerita tentang pabrik gula-nya (kesan saya mungkin Bapak adalah salah satu juragan gula juga) yang ada di Kediri.


Kemarin-kemarin saya sempat melihat ada bus Lab Paramita nongkrong di depan rumah Pak Narko. Sempat sih saya bertanya-tanya dalam hati, ini mobil siapa dan apa hubungannya dengan Pak Narko. Ternyata itu bus saudara Pak Narko, yang akan mengangkut beberapa barang yang diberikan oleh Bu Narko.


Besok mereka akan pergi, naik kereta Argo Wilis, sore hari. Hmmm…waktu begitu cepat berlalu, padahal baru saja semingguan lalu Pak Narko cerita banyak tentang hari lebarannya bersama-sama keluarga besar di Jogja, tepat saat saya dan keluarga ke silaturahmi ke Brosot waktu itu.

Di mesjid Persis, pak Narko dikenali orang, selain Pak Wawan. Dulu Pak Narko sempat tinggal di Komplek Dadali sebelah komplek kami. Kesan saya mungkin dulu Bapak termasuk lumayan aktif di masjid Persis ini. Bapak memang total berada di sekitar komplek ini selama 3 tahun.


Selamat Jalan Bapakku yang baik hati.

Semoga Allah akan mempertemukan kita kelak di surga.

Amin.

read more “Pak Narko Pamitan”